Sabtu, 19 Maret 2011

Viskositas dan Viskometer


Viskometer adalah suatu cara untuk menyatakan berapa daya tahan dari aliran yang diberikan oleh suatu cairan. Kebanyakan viscometer mengukur kecepatan dari suatu cairan mengalir melalui pipa gelas (gelas kapiler), bila cairan itu mengalir cepat maka viskositas cairan itu rendah (misalnya cair) dan bila cairan itu mengalir lambat maka dikatakan viskositasnya tinggi (misalnya madu). Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju aliran cairan yang melalui tabung berbentuk silinder. Ini merupakan salah satu cara yang paling mudah dan dapat digunakan baik untuk cairan maupun gas. Menurut hukum Poiseville, jumlah cairan yang mengalir melalui pipa persatuan waktu dirumuskan dengan persamaan.

                     V/t =  PR4/ 8 η L                        ket :  η =  Viskositas (dPa.s.)
                                                                                 V = Volume cairan
                                                                                 t =  Waktu (s)
                                                                                 P = Tekanan
                                                                                 R = Jari-jari tabung
                                                                                 L = Panjang tabung

Ada beberapa viscometer yang sering digunakan untuk menentukan viskositas suatu larutan, yaitu :
  1. Viskositas Ostwald : Untuk menentukan laju aliran kuat kapiler
  2. Viskositas Hoppler : Laju bola dalam cairan
  3. Viskositas VT-03E/VT-04E : Gaya yang diperlukan untuk memutar silinder yang konsentris pada kecepatan sudut tertentu.
Pada viskositas ostwald yang diukur adalah waktu yang diperlukan oleh sejumlah cairan tertentu untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya yang disebabkan oleh berat cairan itu sendiri.
Didalam percobaan diukur waktu aliran untuk volume, melelui pipa kapiler yang vertical. Jumlah tekanan (P) dalam hukum Poiseville adalah perbedaan tekanan kedua permukaan cairan dan berbanding lurus dengan berat jenis cairan (r). Adapun persamaan yang digunakan untuk menentukan viskositas dengan menggunakan viskositas ostwald.

h  =  pRPt
          8VL
h1  = pRPt1    x    8VL
h2       8VL          pRPt2
      =  (Pt1)
          (Pt2)
h1    =  r1 . t1
h2        r2 . t2


keterangan :
P : Tekanan cairan (P berbanding lurus dengan r)
h : Viscositas (cp)
r : Berat Jenis (gr/ml)
t : Waktu (sekon)
Secara analisis viskositas semakin turun dengan tingginya suhu. Hal tersebut mengakibatkan cairan menjadi lebih encer. Dengan encernya cairan maka viskositasnya semakin kecil. Di dalam handbook disebutkan bahwa viskositas standart untuk air

VISKOTESTER OSTWALD
Viskotester VT-04E digunakan untuk menentukan viskositas dengan nilai tinggi (kental).
Bagian-bagian viskotester VT-04E
1. Main unit           = bagian alat ukur utama yang memiliki bagian           petunjuk skala harga viskositas.
2. AC Adaptor      =   Komponen alat yang mengukur sumber arus listrik    AC
3. Rotor                =    Komponen alat yang mengukur sampel.
 Terdapat 3 jenis Rotor, yaitu :
-    Rotor nomor 1       = viskositas yang diukur 3dPa.S-150 dPa.S
-    Rotor nomor 2       = viskositas yang diukur 100 dPa.S – 3000 dPa.S
-    Rotor nomor 3       = viskositas yang diukur 0.3 dPa,S
4. Cup/beaker                = bejana untuk menampung sampel
5. Baterai                       = sumber arus pengganti arus AC
6. Rotor extentio           = batang pengaduk tambahan jika diperlukan
7. Klep/ standard           = komponen untuk menyangga main unit pada saat pengukuran.
Rotor no 1 dan 2  untuk mengukur viskositas dengan menggunakan beaker jenis JIS 300 ml yang menampung cairan sampel sekitar 350 ml, jika digunakan beaker yang lain, akan terjadi perbedaan daya tahan viskositas yang berbeda terhadap rotor sehingga hasil pengukuran berbeda. Jika terpakasa harus menggunakan beaker lain maka pastikan beaker tersebut lebih besar dari JIS 300 ml dan dalam hal ini hasil pengukuran yang diperoleh akan lebih rendah 5%.
Jika harga viskositas sampel belum diketahui, pengukuran menggunakan rotor disesuaikan dengan prosedur berikut : rotor no.2, no.1 kemudian no.3.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar