Kamis, 17 Maret 2011

Termokimia

Termokimia atau energetika kimia adalah ilmu yang mempelajari perubahan kalor pada reaksi kimia. Termokimia adalah pelajaran mengenai panas reaksi.Istilah yang biasa digunakan dalam termokimia adalah, sistim. Sistim adalah sebagian dari alam semesta yang sedang kita pelajari. Mungkin saja suatu reaksi kimia yang sedang terjadi dalam suatu gelas kimia. Di luar sistim adala lingkungan. Dalam menerangkan suatu sistim kita harus memperinci sifat-sifatnya secara tepat. Diberikan suhu, tekanan, jumlah mol dari tiap zat.
Dalam percobaan ini perubahan kalor yang diamati dilakukan pada tekanan konstan dan system yang diamati manyangkut cair-padat sehingga perubahan volume dapat diabaikan. Akibatnya kerja yang bersangkutan dengan system dapat pula diabaikan (P∆V ≈ 0). Oleh karena itu, perubahan entalphi (∆H) sama dengan perubahan energi dalam (∆U).
Jumlah kalor yang terlibat dalam reaksi dapat ditentukan dengan menggunakan kalorimeter. Besaran fisika yang diamati adalah temperatur. Kalorimeter dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai termos ideal dimana tidak terjadi perpindahan kalor dari dan kesistem. Tapi, perlu diperhatikan bahwa tetap terjadi perpindahan kalor dari kalorimeter ke isinya (campuran reaksi yang akan ditentukan kalor reaksinya) atau sebaliknya. Bila perubahan terjadi pada sebuah sistim dikatakan bahwa sistim bergerak dari keadaan satu ke keadaan yang lain. Bila sistim diisolasi dari lingkungan sehingga tak ada panas yang dapat mengalir maka perubahan yang terjadi di dalam sistim adala perubahan adiabatic. Selama ada perubahan adiabatic, maka suhu dari sistim akan menggeser, bila reaksinya eksotermik akan naik, sedangkan bila reaksinya endotermik maka akan turun. Bila sistim tidak diisolasi dari lingkungannya maka panas akan mengalir antara keduanya, maka bila terjadi reaksi, suhu dari sistim akan dibuat tetap. Perubahan yang terjadi pada temperatur tetap dinamakan perubahan isotermik
Oleh karena itu kalorimeter harus ditera. Jumlah kalor yang diserap/dibebaskan kalorimeter dapat ditentukan jika kapasitas kalor dari kalorimeter diketahui. Dalam hal ini jumlah kalor yang dibebaskan/diserap oleh reaksi sama dengan jumlah kalor yang diserap/dibebaskan oleh kalorimeter ditambah dengan jumlah kalor yang diserap/dibebaskan oleh larutan didalam kalorimeter. Oleh karena itu energi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan. Maka,
q reaksi + q kalorimeter + q larutan = 0
atau
q reaksi = -(q kalorimeter + q larutan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar