Sabtu, 19 Maret 2011

Stoikiometri Kimia


Stokiometri berasal dari bahasa Yunani yaitu stoiceon (unsur) dan metrein (mengukur). Stokiometri berarti mengukur unsur-unsur dalam hal ini adalah partikel atom ion, molekul yang terdapat dalam unsur atau senyawa yang terlibat dalam reaksi kimia. Stokiometri adalah suatu cara menyelesaikan atau proses menyelesaikan perhitungan yang didasarkan pada hukum-hukum dasar dan persamaan reaksi.
Jenis reaksi kimia adalah sebagai berikut :
1.      Reaksi sintesis
2.      Reaksi metatesis
3.      Reaksi reduksi-oksidasi
4.      Reaksi asam-basa
Persamaan reaksi ditunjukkan oleh suatu persamaan yang disebut persaman reaksi. Pada persamaan reaksi ini terdapat hasil (produk), pereaksi (reaktan) dan koefisien reaksi.
aA     +          bB               cC        +          dD

A dan B adalah pereaksi
C dan D adalah produk
a, d, c, d adalah koefisien reaksi
Untuk menyelesaikan persamaan reaksi maka jenis senyawa produk haruslah diketahui. Untuk menentukan senyawa yang terbentuk bisa digunakan variasi kontinyu. Dalam metoda ini dilakukan sederetan pengamatan yang kuantitas molarnya sama, tapi masing-masing kuantitas molar pereaksinya berubah-ubah (bervariasi). Salah satu sifat fisika dipilih untuk diamati, misalnya massa, volum, suhu atau daya serap. Karena kuantitas pereaksi bervariasi maka perubahan sifat fisika ini dapat dijadikan dasar untuk meramalkan stokiometri dari sistem.
Bila digunakan grafik sifat fisika terhadap kuantitas molar pereaksi maka akan diperoleh suatu titik maksimum atau minimum yang merupakan titik stokiometri sistem, yang menyatakan perbandingan pereaksi-pereaksi dalam senyawa poduk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar