Rabu, 16 Maret 2011

Ekstraksi Cair

Ekstraksi cair-cair adalah proses pemisahaan zat cair yang terlarut dalam cairan dengan mengkontakannya dengan zat cair lain yang dapat melarutkan zat terlarut. Komponen yang diekstrak larut pada pelarut (solven) dan komponen lainnya relatif tidak larut pada pelarut. Ekstraksi digunakan untuk memisahkan umpan yang terdiri atas zat terlarut (solute) dan zat yang mencairkan (dilute) yang dikontakkan dengan pelarut.
Pertimbangan pemakaian proses ekstraksi sebagai proses pemisahan antara lain :
  1. Komponen larutan sensitif terhadap pemanasan jika dilakukan distilasi meskipun keadaannya vakum.
  2. Titik didih komponen-komponen zat cair dalam campuran berdekatan, sehingga sulit dilakukan dengan cara distilasi.
3.      Kemudahan menguap (volatility) komponen-komponen hampir sama.
  1. Komponen yang lebih menguap (volatile) hanya diinginkan sedikit terdapat dalam larutan.
Prinsip-prinsip proses ekstraksi :
  1. Kontak antara zat pelarut dengan zat terlarut (solute) dan dilute, sehingga terjadi pemindahan  massa zat terlarut (solute) ke pelarut.
2.      Pemisahan  kedua fase tersebut (fase cair dan fase organik).
Hasil ekstraksi yang kaya akan pelarut disebut ekstrak, dan yang pelarutnya sedikit disebut rafinat. Ekstraksi dapat digunakan untuk memisahkan lebih dari dua komponen dalam penerapan tertentu, digunakan campuran pelarut, bukan satu pelarut saja. Pertimbangan-pertimbangan dalam pemilihan pelarut yang digunakan adalah sebagai berikut :
  1. Selektivitas pelarut                          5.   Reaktivitas kimia
  2. Ketidaklarutan pelarut (solven)       6.   Viskositas
  3. Densitas (kerapatan)                       7.   Zat tidak mudah beracun
  4. Koefisien distribusi                         8.    Harga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar