Sabtu, 19 Maret 2011

Titrasi Asam-Basa Sederhana


Titrasi didefinisikan sebagai penambahan larutan standar / baku melalui buret ke dalam larutan analit hingga terjadi reaksi sempurna dan jumlah ekivalen larutan analit hingga terjadi reaksi sempurna dan jumlah ekivalen larutan analit sama dengan jumlah ekivalen larutan standar / baku yang disebut titik ekivalen yang dirumuskan sebagai berikut :
V1 x N1 = V2 x N2
Dalam titrasi mengenal dua jenis standar / baku yakni baku primer dan baku standar. Larutan baku primer dibuat dari senyawa yang tingkat kemurniannya tinggi (99%), stabil pada suhu kamar, berat molekul relatif tinggi, tidak higroskopis, dan pembuatan larutan harus tepat dan benar konsentrasinya, contoh Asam Oksalat. Larutan baku sekunder umumnya digunakan untuk melakukan titrasi larutan uji, contohnya Asam Klorida dan Natrium Hidroksida.
Larutan asam dapat ditentukan kadarnya melalui penambahan larutan baku basa yang tepat ekivalen (setara) dengan jumlah asam yang ada. Titik pada saat tercapainya kesetaraan asam dan basa yang bereaksi dinamakan titik akhir titrasi. Untuk mengamati titik ekivalen ini digunakan indicator asam-basa, yaitu suatu zat yang dapat berubah warnanya tergantung PH larutan. Jenis indicator yang dipilih harus tepat. Titik akhir titrasi tidak selalu berimpit dengan titik ekivalen dan selisihnya dinamakan kesalahan titrasi. Ketepatan dalam memilih indicator dapat memperkecil kesalahan titrasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar