Minggu, 01 Mei 2011

Garam Terhidrasi ( efflorescence dan defflorescence)


Pada umumnya kristal suatu senyawa kimia bila diletakkan beberapa lama di udara akan mengadsorbsi air pada permukaaannya. Jumlah air yang diadsorbsi relative lebih kecil bergantung pada kelembaban udara. Hal ini dapat dilihat pada permukaannya yang basah. Terdapat pula kristal yang mengandung sejumlah air yang terikat secara kimia dalam kristal tersebut. Kristal-kristal ini, biasanya merupakan garam ionic. Air yang terdapat di dalamnya, disebut air kristal dan biasanya berikatan dengan kationnya. Air kristal yang terdapat pada senyawa, mempunyai jumlah tertentu dan relatif mudah dihilangkan melalui pemanasan pada suhu diatas titik didih air. Sebagai contoh adalah hidrat tembaga ( II ) klorida yang dapat diubah menjadi tembaga ( II ) klorida melalui pemanasan pada suhu 1100 C.
      Reaksi penghilangan air kristal pada saat pemanasan :

                              CuCl2.2H2O → CuCl2 + 2H2O

Reaksi diatas dikenal dengan reaksi dehidrasi. Pada dehidrasi terjadi perubahan struktur kristal dan warnanya. Perubahan ini juga bergantung pada pemanasan, apakah sempurna atau tidak. Sebagi contoh kristal CoCl2.2H2O akan berwarna violet, tetapi jika dipanaskan sempurna dia akan berubah menjadi biru.
      Ada senyawa hidrat yang bila diletakkan di udara terbuka akan melepaskan air. Banyaknya air yang dilepaskan bergantung pada kelembaban udara, makin besar kelembaman makin sedikit air yang dilepaskan. Proses pelepasan air ini disebut efflorescence, misalnya CoCl2.6H2O. tetapi ada juga senyawa yang bila diletakkan di udara akan menyerap air dan akan mencair jika diletakkan lebih lama lagi. Senyawa yang demikian disebut hygroskopis dan prosesnya disenut deliquescence, misalnya kristal NaOH. Tidak hanya air di udara, tetapi dapat juga untuk menyerap air dari dalam larutan sedemikian rupa sehingga larutan tersebut bebas air. Senyawa yang demikian disebut desicant atau zat pengering. Jadi desicant menyerap air tidak hanya dari udara tetapi dari larutan juga.
      Beberapa senyawa menghasilkan air juga pada pemanasan, tetapi senyawa tersebut merupakan senyawa hidrat yang sebenarnya. Air yang dihasilakn tersebut merupakan proses penguraian dan bukan merupakan proses penghilangan air, bukan merupakan proses reversibel. Penambahan air ke dalam CuCl2 anhidrida, akan menghasilkan CuCl2.2H2O. Bila cukup air yang ditambahkan, maka akan diperoleh larutan yang mengandung hidrat ion Cu2+. Semua hidrat ionik larut dalam air dan dapat diperoleh kembali melalui kristalisasi dari larutannya. Jumlah air terikat bergantung kepada cara pembuatan hidrat tersebut. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar